Berganti (Puisi)

Puisi oleh: Dimas Khaidar

Singsingan fajar kala itu mengingatkanku pada petuah Dickey 
“Akan banyak sekali keajaiban yang dimulai pada tiap malam yang berganti hari”
Benar saja, keajaiban itu pun datang menampakkan diri
Wujudnya indah berseri-seri dan tak mungkin dapat terdefinisi
Dari bibirnya yang merona, ku dengar ia berbisik lirih: 

“Maaf, Aku harus pergi”
“Jagalah diri”
“Sampai jumpa nanti”

Sejak saat itu wujud itu tak pernah menampakkan diri kembali
Hanya bayang-bayang semu yang kerap kali hanyutkan diri 
Pada mimpi-mimpi dan juga beragam khayalan insani

Namun aku percaya keajaiban itu akan menghampiriku lagi
Mungkin saat ini
Bisa juga esok hari 
Ataupun suatu hari nanti
Hingga pada akhirnya tak kan ada malam yang menjadi hari lagi

-Malang, 05 Januari 2021

Kata Kunci: Puisi Hati, Puisi Cinta, Puisi Patah Hati, Puisi Inspirasi, Puisi Berjuang, Puisi Kata Hati, Puisi Esok Hari, Puisi Pada Suatu Saat Nanti, Puisi Berharap, Puisi Bucin, Puisi Romatis, Puisi Remaja, Puisi Mimpi, Puisi Masa Lalu, Puisi Senja, Puisi Fajar, Puisi Matahari, Puisi Berpisah, Puisi Menyayat Hati, Puisi Gagal Move On, Puisi Bagus, Puisi Millenial, Puisi Modern, Puisi Masa Kini, Puisi Terbaru 2021, Puisi Januari,

Baca Juga:  Aksara & Swara (Puisi)
Berganti (Puisi)

Dimas Khaidar

"Still prepared to be a Real Human"

Leave a Reply