Atmosfer (Puisi)

Atmosfer (Puisi)

Atmosfer
Oleh: Vetrin Rukmanansa

Aku masih mengingat…
Bagaimana pijakan langkahku terhenti
Pandanganku menatap samar dedaunan
Terjatuh dari pohon dengan keikhlasan

Aku masih mengingat..
Bagaimana suara euforia menggema indah
Untaian tulisan menghiasi pemandangan
Dan intuisi pikiran tenggelam dalam wawasan

Cahaya yang mengintip dibalik awan takkan terlupa
Embun yang terjatuh takkan memudar
Begitu pula atmosfer yang tertanam dalam jiwa
Mendekap erat bersama pelangi keabadian

Akankah kaleidoskop ini hanya lamunan?
Akankah irama ini hanya menjelma tuk harapan?
Kini terasa berat merindukan nafas keilmuan
Terangi lentera masa tanpa keraguan

Catatan Penulis : Atmosfer. Aku menulis puisi ini tuk Universitas tercinta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan teka-teki yang ku simpan dalam kata, aku mengibaratkan mahasiswa layaknya dedaunan yang mandiri dari pohon (orang tua). Tak lupa kuselipkan beberapa metafora yang menyimpan makna di setiap diksi dalam baitnya. Interpretasi? Menurut kalian.

Baca Juga:  Berganti (Puisi)

Leave a Reply