Bumikan Ukhuwah Wathaniyah (Puisi)

Carut marutPemuda mulai payahLari sana siniLupa, berburu naluri atau keadilan insani Rasulullah beri contohTak peduli kastaTak peduli dia siapaRangkul semua Kita pemudaJangan diam tenggelam!Rekatkan ukhuwah wathaniyahBukan gegabah, amarahHingga Ibu Pertiwi…

Continue Reading Bumikan Ukhuwah Wathaniyah (Puisi)

Nanti (Sebuah Puisi)

Nanti,Saat raga ini tak dapat mendekapmu lagiKuingin kau dapat menjaga diri itu seorang diriMelewati berbagai rintang dan halang yang telah menanti-nantiTapi percayalah, kau tak akan pernah merasa sepi sendiri Nanti,Saat…

Continue Reading Nanti (Sebuah Puisi)

Basa Basi (Puisi)

Muda mudi untuk negeriTak lihat usia tapi jiwa muda sejatiSiapa aku?Aku pemuda untuk negeriTak punya banyak janji tapi usaha yang pasti Hai kawan mudaku,Sudah kah kau merasa lelah?Jangan!Negeri ini masih…

Continue Reading Basa Basi (Puisi)

Rintik Hujan Yang Sedu (Puisi)

Sore nan petang bersama rintik hujanMenemani lamunan yang sedu sedanLamunan yang hanya memikirkan satu senyumanSenyuman yang tak pernah sirna meski tertimpa kesulitan Mungkin ini dirikuYang terlihat kuat namun rapuhTatkala menangis…

Continue Reading Rintik Hujan Yang Sedu (Puisi)

Karena Kau (Puisi)

Semua ini karena kauKau yang buat aku teramat merindu padamuTanpa kau tahuSenyum itulah yang jadi pemicu Semua ini karena kauKau yang buat aku segelisah ini padamuTanpa kau tahuSosokmu lah yang…

Continue Reading Karena Kau (Puisi)

Apa Kabar, Duhai Hati? (Puisi)

Tak ubahnya seseorang yang berjuang dengan hatiNamun benarkah ia datang kemari dengan sepenuh hati?Atau justru ia datang untuk hati yang berhati-hati pada hati?Jangan-jangan semua itu hanyalah hati yang di hati-hatikanSehingga…

Continue Reading Apa Kabar, Duhai Hati? (Puisi)

Aku (Puisi)

Aku Oleh M. Dimas Khaidar Aku adalah satu diantara sekian banyak orang yang berikanmu harap yang sangatHingga pada akhirnya segala harap itu pun lumpuh terjerembab pedihnya lara sengat Aku jua merupakan…

Continue Reading Aku (Puisi)

Hitam (Sebuah Puisi)

Kain hitam menutupi mataku Memudarkan bayangan senja dalam kalbu Menenggelamkan intuisi berselimut sendu Dan mematikan hamparan pasir berliku Suara itu menghiasi kain hitam di mataku Bukankah fatamorgana itu ilusi waktu?…

Continue Reading Hitam (Sebuah Puisi)

Barangkali (Sebuah Puisi)

Barangkali apa yang jadi harapan tuk terjadiTernyata berubah menjadi sesuatu yang hadirnya menjadi sangsi Barangkali apa yang menjadi alasan atas terjadinya suatu perencanaanTernyata menjadi batu sandungan yang melahirkan suatu kehancuran…

Continue Reading Barangkali (Sebuah Puisi)

Cahaya (Puisi)

  Walaupun dia selalu manjaTapi selalu dianggap istimewaOleh kedua orang tuaKarna dia adalah asa Bagaikan melawan kegelapanDi tengah hutan nan heningTiba-tiba seperti keajaibanAda sinar yang datang Walaupun di saat keadaan…

Continue Reading Cahaya (Puisi)

Atmosfer (Puisi)

Atmosfer Oleh: Vetrin Rukmanansa Aku masih mengingat... Bagaimana pijakan langkahku terhenti Pandanganku menatap samar dedaunan Terjatuh dari pohon dengan keikhlasan Aku masih mengingat.. Bagaimana suara euforia menggema indah Untaian tulisan…

Continue Reading Atmosfer (Puisi)

Aksara & Swara (Puisi)

Aksara & Swara Oleh : Zulfa Ilma Nuriana Senja menyapa samudra Mentari tampak kemilau di antariksa Bayangan semu tak jelas di matanya Siapa di sana? Jingga sisakan cerita Di atas pasir…

Continue Reading Aksara & Swara (Puisi)