Perkara Anak Tengah dan Anak Perempuan Dalam keluarga

Perkara Anak Tengah dan Anak Perempuan Dalam keluarga

Forum Baca – Anak Perempuan, Anak Tengah. Mungkin kamu yang sedang membaca artikel ini merupakan anak tengah ataupun anak perempuan yang memiliki suka duka dalam menjalani peran di keluarga. Atau siapa pun kamu yang ingin tahu mengenai fakta seorang anak tengah dan anak perempuan. Penulis mengilustrasikan dari cerita pribadi dan pengalamannya dengan menggunakan kepribadian Mawar sebagai anak tengah dan anak perempuan.

Perkenalkan, Mawar

Panggil saja namanya mawar, nama yang dipakai ketika ingin menyembunyikan identitas asli. Tinggal di keluarga yang beranggotakan lima orang, terdengar seperti keluarga besar, yang pastinya ramai. Keluarga ini diisi dengan tiga orang anak. Dua di antaranya laki-laki dan yang satunya anak tengah, perempuan. Bisa dibayangkan, sudah anak tengah, anak perempuan sendiri pula.

Enaknya menjadi anak tengah dan anak perempuan

senangnya-menjadi-anak-tengah-dan-anak-perempuan

Mawar ini memang tumbuh dengan penuh kasih sayang. Orang tua mawar ini biasa mengatasnamakan ‘perempuan’. Dengan perkataan “kasihan anak perempuan sendiri” ketika dua anak laki-laki yang lain cemburu dengan perlakuan ‘spesial’ terhadap mawar. Tetapi, kedua anak laki-laki tersebut tetap sangat suka bermain dengan mawar, si anak perempuan sendiri.

Tumbuh dengan dua saudara laki-laki itu sangat disayang dan tentunya terlindungi. Jika terjadi sesuatu, merekalah yang berdiri paling depan untuk menemani si anak perempuan ini. Terlebih, ditambah ayah mawar yang sangat posesif terhadapnya. Posesif disini demi kebaikan mawar tentunya. Bahagianya menjadi mawar.

Ada beberapa keuntungan yang dirasakan Mawar menjadi seorang anak tengah sekaligus anak perempuan sendiri di antara saudara laki-lakinya.

Mendorong kemandirian dalam diri

Mawar benar-benar terbang di bawah radar ketika harus menuntut perhatian orang tuanya, tetapi Mawar tidak selalu melihatnya sebagai hal yang buruk. Ada banyak orang tua yang secara sadar berusaha membesarkan anak-anak mandiri yang tidak sedikit pun lalai. Orang tua Mawar sangat mempercayainya, yang memberdayakan Mawar untuk tidak takut, lebih banyak bereksperimen, dan belajar dari kesalahan saya sendiri.

Mempertajam keterampilan negosiasi

Sebagai anak tengah, belajar bagaimana membela diri sendiri sering kali berarti lebih kreatif dengan pendekatan Mawar. Memperhatikan apa yang diinginkan orang tua dan saudara Mawar dan mencari solusi yang memuaskan bagi mereka. Mawar menerapkan itu ketika dia terjun di dunia perkuliahan. Mawar lebih bisa memperlakukan orang-orang yang berbeda sifat dan perilakunya. Begitu juga dengan mencoba untuk mengerti keadaan orang lain.

Menentukan jalannya sendiri

Ketika menyangkut orang tua Mawar, Mawar tidak pernah merasa diteliti atau ditekan secara intens untuk memenuhi harapan tertentu. Ini memungkinkan Mawar untuk menemukan dan mengeksplorasi hasratnya dan belajar tentang diri Mawar sendiri. Mawar percaya ini adalah alasan besar mengapa ia memiliki jurusan yang benar-benar ia minati.

Meningkatkan rasa keadilan

Sebagai anak tengah, Mawar sangat memperhatikan keadilan. Sebagai seorang anak, ia menyadari bahwa terlalu fokus pada hal itu bisa membuat frustrasi dan kewalahan. Segala sesuatunya tidak selalu adil, di dalam rumah dan di luar dunia, tetapi ia masih dapat melakukan bagiannya untuk memperlakukan orang dengan baik.

Tidak enaknya menjadi anak tengah

tidak-enaknya-menjadi-anak-tengah-dan-anak-perempuan-sendiri

Kalau ada hal suka pasti ada hal dukanya. Kalau yang sudah diceritakan itu sukanya, ada dua hal yang dirasa sulit bagi mawar. Yang satu tentang bagaimana mawar menjadi anak tengah dan bagaimana hidup sebagai anak perempuan.

Apakah kalian pernah mendengar “middle child syndrome”? sindrom ini merupakan sindrom yang dirasakan oleh anak tengah. Kepercayaan bahwa anak tengah itu selalu diasingkan, terbuang, atau bahkan diabaikan begitu saja karena urutan kelahiran mereka. Tetapi, apa sih yang sebenarnya yang dirasakan mawar? Apa ‘claim’ itu benar adanya?

Sebagai anak tengah, mawar merasa bingung akan kepribadiannya sendiri. Kaka mawar memiliki kepribadian yang berkemauan keras. Sedangkan, adik mawar memiliki kepribadian yang seperti anak bayi. Hal itu membuat mawar bingung di antara  keduanya. Kepribadian mawar diredupkan oleh kedua saudaranya, yang membuat mawar menjadi pendiam dan pemarah.

Mungkin orang-orang akan mempunyai pandangan bahwa kakak mawar yang lebih tua sering kali memikul lebih banyak tanggung jawab, dan adik mawar diurus dengan baik oleh orang tua. Pada kenyataannya, Mawar berperan sebagai seorang kakak perempuan untuk adiknya dan sebagai seorang adik perempuan bagi kakaknya. Jadi, mawar mendapatkan dua peran dan perlakuan yang berbeda-beda. Hal itu juga yang terkadang dirasa sulit. Mawar terkadang merasa seperti harus menyesuaikan dan pengertian.

Walaupun mawar merupakan anak tengah, tetapi mawar merupakan anak perempuan sendiri diantara saudara laki-lakinya. Mawar merasa di’spesial’kan oleh laki-laki yang ada di rumahnya, tetapi juga dituntuk sebagai anak perempuan sendiri dai dua saudara laki-lakinya.

Peran Anak Perempuan

mawar-si-anak-tengah-perempuan

Menjadi anak perempuan di keluarga, mawar didorong untuk selalu bisa melakukan pekerjaan rumah. Kemudian, bertanggung jawab atas kebersihan rumah. Padahal bisa saja jika orang tuanya mau, semua kakak dan adik laki-laki mawar membantu dalam pekerjaan rumah. Tetapi tidak untuk keluarga mawar. Mawar selalu dituntut untuk  rapi dan menjaga kebersihan rumah, terutama kamarnya. “kan kamu perempuan, masa cowok yang kerjakan” Hal seperti itu yang membuat mawar kadang merasa lelah.

Sebenarnya bukan masalah bagi mawar untuk melakukan semua itu. Yang jadi masalah adalah bahwa pandangan tentang perempuanlah yang mempunyai kewajiban atas pekerjaan rumah tangga seperti membantu ibu memasak, membersihkan rumah, dan menjaga kebersihan sebagai anak perempuan. Pandangan tersebut yang membuat saudara laki-laki mawar bersantai dan berpikir tidak masalah jika tidak membantu, karena merupakan kewajiban Mawar. Masalah itu dirasakan mawar tidak setiap saat, tetapi ketika bibi mawar yang biasa melakukan pekerjaan rumah, izin untuk tidak bisa datang.

Padahal ibu mawar merupakan wanita karir. Seharusnya pandangan tentang perempuan saja yang bisa menjaga kebersihan rumah dan memasak sudah tidak ada lagi. Tetapi, memang pada dasarnya ibu mawar merupakan wanita yang suka dengan karirnya dan juga sangat menjaga kebersihan rumah dan mengajarkan mawar untuk mengikuti apa yang ibunya anggap benar.

Sebagai anak tengah dan anak perempuan sendiri di antara saudara-saudaranya kerap kali lelah dirasakan Mawar. Tetapi, pada akhirnya, terlepas dari itu semua, Mawar tetaplah bersyukur bisa mempunyai orang-orang yang siap siaga melindungi dan menemaninya di saat masalah datang.

Mungkin kamu mencari dengan kata kunci: kepribadian anak tengah, psikologi anak tengah, kesuksesan anak tengah, anak tengah disebut, fakta anak tengah dari 3 bersaudara, penderitaan anak tengah, curahan hati anak kedua, anak tengah anak ke berapa

Bagikan:

Jessica Yunanda

There's nothing special about me. However, if you love to talk many random things with me, you can reach through email.

Leave a Reply