You are currently viewing Bersahaja (Puisi)

Bersahaja (Puisi)

Aku melihatmu dengan bersahaja
Saat kebahagiaan yang semu itu menjadikanmu penuh tawa-canda bahagia
Hingga pada akhirnya waktu itu pun tiba dan merenggunt segalanya

Aku melihatnya dengan bersahaja
Kala ia menjadikan duniamu merana berderai air mata yang tak kunjung reda
Sampai pada akhirnya ia memelas kepadamu dengan segala macam fatamorgana yang dibuatnya

Aku pun melihatku dengan bersahaja
Sebagaimana insan yang tak merasa berdosa dan menikmati segala pertunjukan yang ada
Karena pada akhirnya, kita semua akan saling memberi tawa dan luka saat giliran itu tiba

Dan pada akhirnya,
Euforia dan Nestapa lah yang akan melihat kita sebagai boneka yang berharga dan penuh bersahaja

Malang, 10 Maret 2023
@dimaskhdr_

Baca Juga:  Hitam (Sebuah Puisi)

Dimas Khaidar

"Still prepared to be a Real Human"