Pandangan Berdamai Dengan Diri Sendiri

Pandangan Berdamai Dengan Diri Sendiri

Forum Baca – Pandangan Berdamai Dengan Diri Sendiri. Masih ingatkah kamu dengan tokoh Mawar sebelumnya? Tulisan ini akan melanjutkan kisahnya. Selamat membaca!

Bagian dua, tentang Mawar

karakter-mawar

Bagian pertama merupakan artikel sebelumnya, disini. Penulis mengilustrasikan apa-apa tentang mawar ketika berusaha untuk mencari kebahagiaannya melalui cara berdamai dengan diri sendiri. Kalau tulisan sebelumnya membahas tentang bagaimana persepsi Mawar sebagai anak tengah dan anak perempuan. Kali ini, penulis membagikan sedikit pengalaman mawar untuk berdamai dengan diri sendiri.

Mengertilah…

Untuk Mawar, keadaan setiap orang itu berbeda-beda. Bahagianya orang itu berbeda-beda. Masalah yang dimiliki setiap orang berbeda pula. Mungkin bagi satu orang, dapat menyelesaikan pekerjaannya sudah membuat mereka bahagia. Tetapi, di lain sisi belum tentu seseorang dapat bahagia dengan menyelesaikan pekerjaannya. Mungkin ada satu titik dimana seseorang bisa merasakan kenyamanan tenteram yang membuat mereka bahagia dengan caranya sendiri.

Hari demi hari dilewati, masalah demi masalah terselesaikan. Ada perasaan di dalam diri Mawar dimana rasanya seperti ada yang kurang. Mawar selalu saja memikirkan bagaimana ke depannya, bagaimana jika, atau memikirkan pandangan orang lain terhadap dirinya.

Hal-hal yang membuat diri Mawar gelisah, takut, dan sedih. Banyak hal-hal yang bertentangan dengan naluri dan pikirannya. Mungkin Mawar tidak sendirian dalam memutar ulang masalah seakan-akan seperti memutar ulang drama kesukaan di bulan ini. Usaha dari diri Mawar sendiri sudah dilakukan dengan teman, anggota keluarga, komunitas, orang-orang di sekeliling Mawar dan mungkin ahli yang memproklamirkan diri hanya untuk menyesali keputusan yang ia buat di kemudian hari.

Mengapa Mawar melakukannya?

Sebenarnya, jawaban dari mengapa Mawar sampai berkutat dalam masalah yang hanya membuat pikirannya tidak tenang itu cukup mudah. Mawar perlu tahu bahwa pastinya semua manusia memiliki radar bawaan seperti intuisi. Jika Mawar mendengarkan intuisinya, itu memandu ke arah yang tentunya benar. Begitu pula dalam teori tubuh memberi tahu dirinya bahwa bimbingan dari intuisinya itu berasal dari bagian otak nya yang selalu mengetahui jawaban yang benar untuk diri yang lebih maju.

Menghitung-hitung, berandai-andai, sampai Mawar menemukan jawaban dari itu semua. Mungkin itu semua adalah bagian dari rencana karmanya. Karma yang merupakan pelajaran yang Mawar pilih unuk dipelajari dalam putaran kehidupan ini.

Mawar seperti menggunakan itu semua sebagai hukuman setiap kali ia merasa tidak memenuhi standar yang dianggap orang banyak benar. Mawar seperti menggunakan hukuman itu untuk mempersulit dirinya sendiri karena ia merasa tidak pantas.

Di waktu-waktu tertentu mungkin Mawar mengikuti hal-hal yang orang lain junjung tinggi karena Mawar hanya ingin disukai oleh orang-orang di sekitarnya. Mawar berpikir bahwa jika dirinya memainkan dan mengikuti kemiripan antara orang lain dari diri Mawar. Maka, dengan begitu orang-orang akan menjadi bersahabat atau menerimanya. Hal itu yang membuat Mawar sangat takut untuk membuat kesalahan. Mawar hanya takut keluar dari batasan harapan keluarganya karena takut kehilangan cinta mereka.

Tentang memuaskan ego

Sebenarnya banyak faktor yang bekerja tentang kenapa semua itu diambil pusing dan pada akhirnya membuat diri Mawar tidak tenang. Ego yang ada di dalam diri Mawar sangat dalam, memohon- mohon untuk dipuaskan. Terkadang dengan Mawar memuaskan ego, berarti dalam diri mawar melepaskan kebenaran dari dirinya. Melepaskan supaya layak diterima oleh orang lain. Padahal orang lain hanya melihat kehidupan Mawar dengan cara yang berbeda yang setiap orang lakukan. Tidak bisa Mawar mengikuti pandangan orang lain karena berbeda pula yang dilakukannya.

Tidak jarang di saat-saat tertentu Mawar menyerah pada egonya. Ketika kegembiraan meredup dan hidup kembali normal. Mawar mulai mempertanyakan keputusan yang telah diambilnya. Mungkin Mawar merasa seperti tertinggal atau terluka oleh orang yang dianggap penting dalam hidup Mawar.

Pada banyak kesempatan pula rasa sakit yang dirasakan Mawar tidak bisa diatasi sehinga membusuk dan tumbuh menjadi kemarahan. Kemarahan yang memuncak pada orang lain dan kemarahan pada diri sendiri. Kemarahan pada diri sendiri karena telah tertipu dengan berpikir bahwa ia berada di jalur yang salah.

Apa Adanya…

Mawar seringkali membuat persepsi. Memang pada kenyataannya bahwa hidup itu tentang persepsi, bukan? Persepsi yang dilakukan Mawar tentang suatu hal, peristiwa atau perilaku orang lain itulah yang menyebabkan kecemasan mental Mawar sendiri. Bukan hal-hal, peristiwa atau perilaku itu sendiri. Kebanyakan bahwa ketika ia mampu melepaskan ketertarikan emosional pada keputusan, perilaku, atau tindakan apapun yang ia ikuti, itu menjadi bukan masalah besar. Sesuatu hanya akan menjadi masalah besar jika ia tidak berhenti memikirkannya. Sebenarnya, itu semua bukan masalah besar jika Mawar melihatnya sebagaimana adanya.

Mawar perlu tahu bahwa ia tidak bisa mengubah masa lalu dan menjamin semua orang akan suka dengannya. Itu adalah apa adanya.

Mungkin kamu mencari dengan kata kunci: cara berdamai dengan diri sendiri, cara berdamai dengan masa lalu, quote berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri menurut islam.

Bagikan:

Jessica Yunanda

There's nothing special about me. However, if you love to talk many random things with me, you can reach through email.

Leave a Reply