11+ Adab dalam Membaca Al-Qur’an yang Wajib Diperhatikan

11+ Adab dalam Membaca Al-Qur’an yang Wajib Diperhatikan

Forum Baca Islam – Adab dalam Membaca Al-Qur’an. Adab merupakan tata cara, aturan atau norma dalam melakukan sesuatu. Adab dapat disebut juga sebagai akhlak. Adab diperlukan bagi manusia dalam segala proses kehidupannya. Adab berfungsi sebagai pengatur, penata suatu hal agar dapat berjalan sesuai prosedur yang ada dan mendapat hasil yang maksimal pula. Agama Islam juga mengatur adab dengan Allah maupun manusia dengan akurat.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi dengan misi utamanya yaitu memperbaiki akhlak.

إِنمَا بُعثْتُ لأتمم مكارم الأخلاق

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus ke muka bumi ini untuk memperbaiki akhlak

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan adab mereka dalam agama maupun sosial untuk menunjang proses hidupnya dengan baik dan tepat.

Salah satu adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim adalah adab dalam membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan Kalamullah, maka sudah seharusnya bagi kita untuk membaca dengan baik dan benar. Hal tersebut dapat menambah pemahaman kita dalam membaca Al-Qur’an. Selain itu, manfaat dan berkah dalam membaca Al-Qur’an dapat kita rasakan.

Adab dalam Membaca Al-Quran

Beberapa adab yang harus diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut.

  1. Berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an. Wudhu merupakan sarana mencucikan diri dari hadas kecil yang diperintahkan dalam Islam. Selain itu, wudhu dapat menjadikan jiwa lebih tenang. Al-Qur’an merupakan kitab yang mulia, maka pembacanya dianjurkan untuk memiliki hati tenang dan hadir.
  2. Membaca di tempat suci. Hal tersebut dianjurkan untuk menghormati Al-Qur’an.
  3. Membaca dengan khusyuk’, tenang dan hormat.
  4. Siwak merupakan salah satu sarana menyucikan mulut yang sangat dianjurkan dalam Islam
  5. Membaca ta’awudz (A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim, artinya: aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari setan yang terkutuk) pada permulaan bacaan. Hal tersebut dengan tujuan menghindarkan setan dengan kita saat membaca Al-Qur’an. Sehingga dalam membacanya dapat menghindarkan dari kesalahan niat maupun bacaan.
  6. Membaca basmalah kecuali pada permulaan Surat At-Taubah.
  7. Membaca dengan tartil (pelan-pelan) sehingga dapat memenuhi hak setiap hurufnya dengan baik.
  8. Merenungkan dan meresapi ayat yang dibaca. Hal ini sangat dianjurkan dalam membaca Al-Qur’an. Dengan begitu, pemahaman dalam membaca Al-Qur’an dapat diperoleh. Akan tetapi bagi pembaca pemula lebih baik konsentrasi pada tajwidnya saja.
  9. Memperbagus suara saat membaca Al-Qur’an.
  10. Mengeraskan suara saat membaca Al-Qur’an. Kerasnya suara saat membaca Al-Qur’an dapat memberi semangat bagi pembaca maupun pendengarnya untuk membaca Al-Qur’an.
  11. Terdapat perbedaan ulama’ mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an Binnadzor (dengan melihat mushaf) atau Bilghoib (tanpa melihat mushaf). Dalam hal ini terdapat beberapa pendapat yang dapat dijadikan rujukan:

Membaca Al-Quran dengan Melihat atau Tidak Melihat Mushaf?

  • Membaca langsung dari mushaf itu utama, karena melihat mushaf itu pada dasarnya ibadah. Jadi membaca Al-Qur’an bernilai dua ibadah, yakni melihat mushaf dan membaca Al-Qur’an.
  • Membaca Al-Qur’an tanpa melihat mushaf itu lebih utama karena dapat mendorong pada perenungan makna yang lebih baik. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Al-Izz bin Abdussalam.
  • Tergantung pada kondisi individu yang membaca Al-Qur’an tersebut. Apabila ia lebih nyaman dan khusyuk’ dalam membaca binnadzor, maka itu yang lebih utama dan begitu pula sebaliknya.

Tingkatan Kecepatan dalam Membaca Al-Qur’an:

Terdapat 4 tingkatan atau bacaan Al-Qur’an dari segi (kecepatan membaca) cepat atau perlahan, yaitu:

  1. At-Tahqiq: Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dan makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al-Qur’an supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat.
  2. At-Tartil: Bacaan yang perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf daripada makhrajnya yang tepat serta menurut hukum-hukum bacaan Tajwid dengan sempurna, merenungi maknanya, hukum dan pengajaran daripada ayat. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhroj huruf, dan hukum-hukum tajwid.
  3. At-Tadwir: Bacaan pertengahan antara tingkatan bacaan Tartil dan Hadar, serta memelihara hukum-hukum Tajwid. Tingkatan ini biasanya sering dibaca para imam-imam di Masjid seperti Al-Haram, Nabawi, atau Istiqlal.
  4. Al-Hadar: Bacaan cepat namun tetap memelihara hukum-hukum bacaan Tajwid. Tingkatan ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al-Qur’an, supaya dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat.

Demikian adab-adab yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan kitab mulia, tak seorang pun yang dapat menyamainya dalam hal susunan kata, makna maupun sastranya. Meskipun tersusun sejak ribuan tahun yang lalu namun kualitas maupun kuantitasnya tak bisa tersingkirkan oleh zaman. Oleh karena itu, sebagai Muslim sejati yang taat akan syariat-Nya haruslah rajin dan istiqomah dalam membacanya, sebagai bentuk pengabdian terhadap Sang Pencipta dan pedoman dalam hidup kita.

Oleh: Khusna Kiswatul Azizah

Referensi: H. A. Hariri Shoheh, S. Ag & H. Abdullah Arif, S. Ag. Panduan Ilmu Tajwid: Penuntun Cara Membaca Al-Qur’an dengan Baik dan Benar. (Jombang: 2017, Unit Tahfidz Madrasatul Qur’an Tebuireng). Edisi Revisi

Bagikan:

Khusna Kiswatul Azizah

"kalau saya suka membaca, mengapa saya tidak mencoba menulisnya?"

Leave a Reply