You are currently viewing Bacaan Bilal Tarawih dan Cara Menjawabnya (Lengkap: Arab, Indo, Latin)

Bacaan Bilal Tarawih dan Cara Menjawabnya (Lengkap: Arab, Indo, Latin)

Bacaan Bilal dan Jawaban Jamaah Shalat Tarawih dan Witir Shalat tarawih merupakan ibadah sunah yang hanya dapat dilaksanakan di bulan Ramadhan. Sebab itulah ibadah Shalat tarawih dapat menarik minat masyarakat Indonesia untuk menyemarakkan kegiatan tarawih ini sehingga terlihat cukup meriah.

Kemeriahan shalat tarawih ini dapat dilihat dari kegiatan sahut menyahut antar jamaah yang melantunkan shalawat atau radhiyallahu ‘anhu sebelum shalat atau seusai salam yang dipimpin seorang Bilal. Bilal Tarawih adalah orang yang biasanya ditunjuk secara resmi oleh takmir atau pengurus masjid ataupun volunter (sukarelawan) untuk membantu imam dalam memberi komando atau isyarat untuk mendisiplinkan jamaah melalui serangkaian kalimat shalawat dan doa-doa.

Tujuan Shalawat diucapkan untuk mendoakan Nabi Muhammad, sementara taradhdhi diucapkan untuk mendoakan empat khalifah pengganti Rasulullah. Masing-masing biasanya dilantunkan bersama-sama melalui komando seorang bilal.

Daftar Isi

Hukum Membaca Shalawat dan Radhiyallahu ‘anhu

Sudah menjadi tradisi sebagian Muslim Indonesia, di sela-sela shalat tarawih diisi dengan doa dan shalawat ditambah membaca doa untuk Khualafaurrasyidin (empat pengganti Nabi SAW: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali). Namun pernahkah kita bertanya-tanya, apa hukum membaca keduanya ketika selesai salam shalat tarawih?

1. Hukum Membaca Shalawat

Adapun hukum membaca shalawat di setiap dua rakaat tarawih, dijelaskan oleh Zainuddin bin Muhammad Al-Aydarus dalam Kitab Ittihaful Anam bi Ahkamis Shiyam hlm. 197 dijelaskan sebagai berikut:

وَأَمَّا الصّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ رَكَعَاتِ التَّرَاوِيْحِ الْمُعْتَادَّةُ فِي بَعْض الْبُلْدَانِ فَهِيَ مِنْ جُمْلَةِ الْأَذْكَارِ الْمُتَقَدِّمَةِ وَهِيَ حَسَنَةٌ وَمَطْلُوْبَةٌ وَمَرْغُوْبٌ فِيهَا عَلَى الدَّوَامِ، فَغَالِبًا مَا يُصَلِّي عَلَى النَّبِي ثُمَّ يُعَقِّبُها دُعَاءٌ، وَيَخْتَمُ بِهَا أَيْضًا مَعَ الثَّنَاءِ عَلَى اللهِ تَعَالَى، وَهَذَا ثَابِتٌ مُجْتَمَعٌ عَلَيْهِ، وَهُوَ مِنْ أَسْبَابِ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ.

Artinya:
“Adapun shalawat kepada Nabi SAW di antara beberapa rakaat tarawih yang sudah biasa dilakukan di beberapa negara, yaitu kalimat zikir permulaan, adalah baik, dianjurkan dan disunahkan secara kontinu, pada biasanya membaca shalawat kemudian diikuti dengan doa, dan ditutup pula dengan shalawat serta pujian kepada Allah SWT, dan tradisi ini tetap dan telah disepakati, dan ia adalah sebab-sebab diistijabahnya doa,” 


Kemudian Imam Ibnu Hajar menerangkan:

وَمِمَّا يَشْهَدُ لِلصَّلَاةِ عَلَيْهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بَيْنَ تَسْلِيمَاتِ التَّرَاوِيحِ أَنَّهُ يُسَنُّ الدُّعَاءُ عَقِبَ السَّلَامِ مِنْ الصَّلَاةِ وَقَدْ تَقَرَّرَ أَنَّ الدَّاعِيَ يُسَنُّ لَهُ الصَّلَاةُ أَوَّلَ الدُّعَاءِ وَأَوْسَطَهُ وَآخِرَهُ وَهَذَا مِمَّا أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْعُلَمَاءُ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Artinya:
“Salah satu dalil yang mendukung membaca shalawat di antara rakaat-rakaat shalat tarawih, yaitu disunahkan membaca doa setelah salam, dan sudah ditetapkan bahwa orang yang berdoa disunahkan membaca shalawat, di awal, di tengah, dan di akhir doa.”

Dari keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa membaca shalawat di antara dua rakaat tarawih adalah sunah sesuai dengan kadar niatnya.

Baca Juga:  Shalat Istikharah Hanya Untuk Menentukan Pilihan Saja?

2 Hukum Membaca Radhiyallahu ‘Anhu atau Taradhdhi

Kemudian bagaimana hukum membaca Radhiyallahu ‘Anhu atau Taradhdhi untuk Khulafaurrasyidin saat tarawih?

Zainuddin bin Muhammad Al-Aydarus dalam Kitab Ittihaful Anam bi Ahkamis Shiyam mengutip dari kitab Fatawa Ramadhan karya Sayyid ‘Abdullah bin Mahfudz Al-Haddad sebagai berikut:

وَهُوَ فِعْلٌ حَسَنٌ وَلَيْسَ بِدْعَةً ضَلَالَةً وَلَا أَنَّهُ سُنَّةٌ، فَمَنْ فَعَلَهُ فَقَدْ أَحْسَنَ، وَمَنْ تَرَكَهُ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ، وَالتَّرَضِّي عَنِ الصَّحَابَةِ دُعَاءٌ يُثَابُ عَلَيْهِ.

Artinya:
“Membaca taradhdhi adalah perbuatan yang bagus, bukan bid’ah yang sesat, dan bukan pula sunnah. Siapa yang mengerjakannya, maka ia telah berbuat baik, siapa yang meninggalkannya maka tak ada dosa baginya, dan membaca radhiyaLlahu ‘anhu untuk sahabat Nabi adalah doa yang diberikan pahala,” (Lihat Zainuddin Al-‘Aydarus Al-Ba’alawy, Ittihaful Anam bi Ahkamis Shiyam, [Maktabah Al-Mujallad Al-‘Arabi], halaman 201).

Kesimpulannya, membaca shalawat dan membaca radhiyallahu ‘anhu setiap sehabis salam saat tarawih adalah sunah. Hakikatnya, membaca shalawat dan radhiyallahu ‘anhu adalah doa.

Tujuan Adanya Komando Bilal Tarawih

Selain bermaksud doa yang tentu saja sangat mulia, terkandung fungsi lain dari lantunan-lantunan tersebut, antara lain, pertama, sebagai waktu jeda antara satu shalat dan shalat berikutnya. Tarawih dua puluh rakaat plus 3 rakaat witir merupakan aktivitas yang cukup menguras tenaga bagi mereka yang tak terbiasa. Karena itu, shalawat dan taradhdhi (lantunan radhiyallahu ‘anhu) menjadi momentum istirahat sejenak selepas salam, sebelum melanjutkan shalat pada rakaat-rakaat berikutnya.
Hal ini juga selaras dengan kata tarawih yang memiliki arti beberapa istirahat, karena jumlah rakaat yang cukup banyak. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan:

وسميت تراويح؛ لأنهم لطول قيامهم كانوا يستريحون بعد كل تسليمتين
Artinya:

“Dan disebut tarawih, karena mereka beristirahat setiap dua kali salam, sebab lamanya berdiri. Mereka beristirahat setelah tiap dua salam (empat rakaat),” (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 2, hal. 241).

Kedua, penanda hitungan rakaat yang telah dicapai jamaah shalat tarawih. Melalui shalawat dan taradhdhi imam dan makmum akan lebih mudah mengingat jumlah rakaat yang sudah ditunaikan, menghindarkan dari kesibukan menghitung, sehingga menambah kekhusyukan beribadah. Akan sia-sia juga shalat tarawih apabila hanya sibuk menghitung dan mengingat-ingat rakaat yang telah di dapat.

Baca Juga:  Dzikir Ringan Antara Adzan dan Iqomah yang Masih Jarang Diketahui

Sejumlah ulama berpendapat bahwa praktik tersebut adalah tradisi yang baik. Di dalamnya tak mengandung unsur hal-hal yang bertentangan dengan syariat, seperti mengubah tata cara shalat sebagaimana mestinya (misal niat dan bacaan shalat). Di samping berisi doa dan penghormatan kepada orang-orang mulia, secara bersamaan shalawat dan taradhdhi itu juga dilaksanakan dengan motif positif dan di luar pelaksanaan rukun-rukun shalat.

Bacaan Bilal Tarawih dan Cara Menjawabnya (Arab, Indonesia, Latin)

Berikut ini adalah susunan shalawat dan taradhdhi yang umum kita temukan praktiknya di masjid atau mushala di Tanah Air. Pola susunan dan bacaan bisa berbeda-beda di masyarakat, tergantung kebiasaan di daerah masing-masing dan hal ini tak menjadi permasalahan selama tidak ada kandungan yang bertentangan dengan syariat Islam.

Shalat Tarawih 20 Rakaat (10 Salam)
Jawaban Jamaah Bacaan Bilal No
رَحِمَكُمُ اللهُ

Rahimakumullah….

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Shalluu sunnatat taraawiihi rak’ataini jaami’atan rahimakumullah

1
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

Wa maghfirotan wa ni’mah

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Fadlan minallahu ta’ala wa ni’mah

 2
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

radiyallahu anhu

اَلْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Al-khalifatul uulaa, sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq radiyallahu anhu

3
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

Wa maghfirotan wa ni’mah

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Fadlan minallahu ta’ala wa ni’mah

4
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

radiyallahu anhu

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ

Al-Khalifatu al-tsaani, Sayyidina Umarubnul Khathab

5
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

Wa maghfirotan wa ni’mah

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Fadlan minallahu ta’ala wa ni’mah

6
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

radiyallahu anhu

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Al-Khalifatu ats-Tsaalitsah, Sayyidina Utsmaanubnu ‘Affaan radhiyallahu annhu

7
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

Wa maghfirotan wa ni’mah

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

Fadlan minallahu ta’ala wa ni’mah

8
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

كرم الله وجهه

Karamallahu Wajhah

اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Al-Khalifatur raabi’ah, Sayyidina Ali bin Abi Thaalib radhiyallahu anhu

9
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

اَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin

اَخِرُ التَّرَاوِيْحِ اَجَرَكُمُ اللهُ

Akhirut tarawih ajarakumullah

10
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

Shalat Witir 3 Rakaat (2+1)
رَحِمَكُمُ اللهُ

Rahimakumullah

صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Shallu sunnatal witri rak’ataini jaami’atan rahimakumullah

 
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim alaih

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad

رَحِمَكُمُ اللهُ

Rahimakumullah

صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Shallu sunnatan rak’atal witri jaami’atan rahimakumullah

2

Demikian mengenai hukum, tujuan dan manfaat serta bacaan bilal dan jawaban jamaah shalat tarawih, semoga bisa menjadi panduan yang dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan ibadah tarawih kita. Aamiin. Wallahu A’lam Bishawab.

Baca Juga:  7 Amalan dan Doa Ringan Mempersiapkan Datangnya Bulan Ramadhan

Fajar Wahid Rifai

"Dengan Menulis, Aku Bisa Membaca" - Buat Undangan Pernikahan Digital

Leave a Reply