Inilah Tiga Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya, Pahami Kuncinya

Bagaimana cara Allah mengabulkan doa hamba-Nya? – Doa merupakan salah satu bentuk ibadah seseorang hamba kepada Tuhannya. Dengan berdoa seorang hamba akan menunjukkan kesadaran bahwa mereka adalah jiwa yang memiliki kerendahan, kelemahan, dan bergantung kepada Allah SWT.

Jangan pernah ada keraguan dalam berdoa. Keyakinan akan dikabulkannya doa ini penting dan menjadi penanda seberapa besar kepercayaan seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan berdoa seorang hamba merasa mengaku sebagai makhluk yang lemah dan tak memilik daya kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga ia meminta kepada sang Penciptanya, Allah SWT. Mereka yang tak mau berdoa dianggap sebagai orang yang sombong, karena merasa bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, dan tak butuh bantuan dari Tuhannya.

Para ulama mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa kepada Allah dalam segala urusan, bahkan dalam urusan yang sepele sekalipun. Terdapat sebuah hadist yang mengajarkan agar seseorang meminta kepada Allah atas segala kebutuhannya, seperti halnya ketika tali sandal jepitnya putus pun meminta kepada Allah.

Di dalam surat Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ  


Artinya: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku menjawab panggilan (doa)-nya orang yang berdoa ketika ia berdoa kepada-Ku.”

Juga di dalam surat Ghafir ayat 60 Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ


Artinya: “Tuhan kalian telah berfirman, ‘berdoalah kalian kepada-Ku maka Aku akan mengabulkan bagi kalian.”

Dari kedua ayat di atas dan berbagai hadist Nabi Muhammad SAW, dijelaskan bahwa kita diminta untuk terus berdoa kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doanya. Keyakinan akan dikabulkan doa ini sangat penting dan dapat menjadi penanda seberapa besar kepercayaan hamba kepada Tuhannya. Janganlah pernah ada keraguan dalam berdoa.

Baca Juga:  Adab (Sunnah) dan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Allah sendiri telah menyatakan akan mengabulkan doa para hamba-Nya, dan kita sebagai seorang makhluk-Nya harus mempercayai dan meyakininya. Namun kita harus tahu dan memahami bahwa Allah memiliki banyak cara dalam mengabulkan doa para hamba-Nya. Terkadang muncul pertanyaan, “Mengapa doa saya tidak segera terkabul?” hal ini karena Allah mempunyai banyak cara dan rencana dalam mengabulkan doa hamba-Nya.

Tiga Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya

Imam Al-Baijuri di dalam kitabnya Tuhfatul Murȋd ‘alȃ Jauharatit Tauhȋd mengungkapkan bahwa dikabulkannya doa itu bisa dengan berbagai macam cara. Dalam kitab tersebut setidaknya beliau mengungkapkan 3 (tiga) macam cara Allah mengabulkan permintaan hamba-Nya.

1. Allah Mengabulkan Doa dengan Segera

Pertama, Allah mengabulkan permintaan hamba-Nya dalam waktu yang cepat. Hal ini berarti Allah memenuhi permintaan tersebut sesuai doanya dalam waktu yang segera. Sebagai contoh, apabila seorang hamba sakit dan meminta kesembuhan, maka Allah memberikan kesembuhan dengan segera. Dengan demikian apa yang diberikan Allah sama persis apa yang diminta oleh seorang hamba-Nya.

2. Allah Menunda dalam Mengabulkan Doa

Kedua, ada kalanya Allah mengabulkan doa sesuai harapan yang diminta hamba-Nya namun tidak dikabulkan dalam waktu segera. Allah menunda pengabulan atau permintaan tersebut karena Allah mempunyai rencana yang lebih baik yang akan membawa kemaslahatan dan hikmah yang hanya diketahui oleh Allah.

Sebagai contoh, seorang hamba yang sakit meminta kesembuhan dan mestinya Allah akan mengabulkannya, namun tidak sekarang. Mungkin setelah beberapa bulan atau tahun Allah baru mengabulkan kesembuhannya. Penundaan tersebut bukan berarti Allah tidak sayang kepada hamba-Nya, tetapi Allah akan memberikan hikmah, maslahat dan manfaat dikabulkannya doa pada waktu mendatang, bukan sekarang.

Baca Juga:  Istimewanya Bulan Dzulhijjah, Inilah Keutamaan Tiap Tanggalnya

Mengenai hal ini, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pernah memberikan sebuah gambaran di hadapan para muridnya. Ada orang tua yang pulang ke rumah dengan membawa oleh-oleh makanan yang disukai oleh anaknya. Melihat hal itu sang anak bergegas meminta makanan yang dibawa oleh orang tuanya.

Melihat tangan sang anak dalam keadaan kotor, orang tua tidak memberikan makanan tersebut dengan segera diberikan. Disini dapat jelaskan bahwa orang tua tidak memberikan atau memenuhi keinginan anaknya karena demi kebaikan anaknya. Ia hanya ingin anaknya membersihkan dulu tangannya agar makanan tidak berdampak buruk pada dirinya.

Demikian pun dengan penundaan Allah atas permohonan hamba-Nya. Janji Allah bahwa setiap permohonan akan dikabulkan adalah benar dan nyata. Hanya saja bisa jadi Allah menundanya karena tahu persis bahwa bila permohonan itu dikabulkan saat itu juga, maka bukan manfaat dan maslahat yang akan diperoleh sang hamba, tapi sebaliknya mudharat yang akan didapatkannya.

Allah bisa saja sesegera mungkin mengabulkan permintaan hamba-Nya untuk menjadi kaya raya, misalnya. Namun Allah menunda permintaannya, Allah tahu jika seorang hamba-Nya menjadi kaya raya saat ini dia akan menjadi sombong, lupa bersyukur, enggan bersedekah, lalai terhadap kewajibannya dan sebagainya.  Allah akan memenuhi permohonan sang hamba, tapi Allah tahu saat ini ia belum siap menerimanya. Maka ditundalah pengabulan doanya.

3. Allah Mengabulkan Doa dalam Bentuk Lain

    Ketiga, bisa jadi sebuah doa dikabulkan oleh Allah namun dalam bentuk yang lain, tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh sang hamba. Ini dikarenakan apa yang diminta oleh sang hamba sesungguhnya tak ada maslahat dan manfaat baginya, sedangkan apa yang diberikan Allah ada manfaat dan maslahat baginya. Atau, bisa jadi apa yang diminta oleh sang hamba ada manfaatnya, namun apa yang diberikan Allah jauh lebih manfaat dan maslahat.

    Baca Juga:  Dzikir Ringan Antara Adzan dan Iqomah yang Masih Jarang Diketahui

    Sebagai contoh, ada seorang pelajar yang sangat ingin meneruskan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi (kuliah), namun terbentur masalah biaya. Ia berdoa agar mendapat beasiswa. Allah berkehendak mengabulkan permintaannya, tapi bukan melalui jalur beasiswa, melainkan Allah berikan pekerjaan yang dengannya ia dapat menghasilkan uang untuk pendidikannya. Dalam pandangan Allah itu jauh lebih manfaat daripada pelajar tersebut mendapatkan beasiswa.

    Kesimpulan

    Keyakinan seseorang bahwa Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya harus ditanamkan dalam hati secara mantap. Allah akan mengabulkan doa, itu adalah hal pasti! Namun cara Allah mengabulkannya pasti disana ada hikmah dan manfaatnya. Jangan pernah berhenti untuk berdoa. Wallahu A’lam Bishawab.

    Demikian artikel mengenai Tiga Cara Allah Mengabulkan doa hamba-Nya. Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua, tolong bagikan artikel ini ke teman atau saudara Anda, terima kasih.

    Ditulis: Yazid Muttaqin (Santri alumni Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta)

    Referensi:

    • Ibnu Hajar Al-Haitami, al-Fathul Mubȋn bi Syarhil Arba’ȋn [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah], 2013: 422.
    • Al-Baijuri, Tuhfatul Murȋd ‘alȃ Jauharatit Tauhȋd [Kairo: Darus Salam], 2015: 255.
    • Islam.nu.or.id
    Editor: Fajar Wahid Rifai

    This Post Has One Comment

    Leave a Reply